INDAHNYA RAMADHAN (BAGIAN 14 / empat belas )
WANGINYA ORANG BERIMAN DENGAN MEMBACA AL-QUR'AN
الـسـلا م عـلـيـكـم ورحـمـة الله وبركا تـه
Rasulullah SAW bersabda yang artinya:"Perumpamaan oarng beriman yang membaca Al-Qur'an adalah sepeti jeruk manis, rasanya manis dan baunya harum"
dalam perumpamaan ini Nabi kita Muhammad SAW mengibaratkan iman dengan rasa manis dan mengibaratkan membaca Al-Quran dengan bau wangi. Hal ini mengisyaratkan kepada kita bahwa dengan hidup beriman hidup terasa manis, karena kita dibimbing kepada hidup yang sesuai dengan fitrah kita yang dilahirkan membawa rasa bertuhan dan akan selalu mencari Tuhan sebagai satu-satunya yang bisa membawa kepada ketenangan jiwa. Karena manusia diciptakan dengan segala keterbatasan maka dia pasti membutuhkan Zat yang akan menyempurnakan keterbatasannya itu. lezatnya rasa iman itu akan dirasakan oleh orang-orang yang cinta utamanya adalah kepada Allah yang melebibihi cintanya kepada selain Allah, lalu kalau dia mencintai sesuatu adalah atas dasar karana Allah, kemudian dia tidak mau kembali kepada kekafiran sebagaimana dia tidak mau dilemparkan ke dalam neraka.
Iman itu kan menebarkan aroma keharuman apa bila seseorang menjadikan membaca Al-Qur'an sebagai bacaan rutinnya setiap hari baik siang maupun malam, karena membaca Al-Qur'an itu adalah ibadah sekali gus juga sebagai gudang ilmu dan pemahaman tentang kebenaran, di mana setiap membaca Al-Qur'an akan semakin menambah kedalaman pemahaman agama. Disampaing bagi sipembaca maka bagi yang mendenganrkan bacaan itupun dapat pula mengambil manfaat sehingga Allah memerintahkan kepada orang yang mendengarkan ayat-ayat Al-Qur'an hendaklah menyima'nya dengan tenang sehingga diapun akan memperoleh manfaat dengan mendengarkan itu dan menjadi sebab mendapat rahmat Allah.
Dengan banyaknya sesorang membaca Al-Qur'an dapat dijadikan pertanda awal bahwa ia adalah seorang yang baik, karena ada pula orang yang membaca Al-Qur'an tetapi berjiwa munafiq yang diibaratkan oleh nabi seperti bunga yang yang baunya harum tetapi rasanya pahit. orang munafiq terlihat sebagai orang yang baik, tetapi apa bila kita bergaul dengannya, akan selalu merugikan kita karena dia akan selalu bermanis mulut, sementara hatinya busuk dan jahat. karena dia hanya hakan mencari keuntungan dari kita, dan rela mengorbankan orang lain demi kesenagan dirinya sendiri.
Ada pula orang yang beriman tetapi tidak membaca Al-Qur'an, maka orang seperti ini diibaratkan oleh Nabi seperti buah korma, walaupun rasanya manis tetapi tidak ada baunya, maksudnya walaupun dia baik hatinya tetapi orang tidak mengetahui ciri imannya karena tidak pernah terdengar membaca Al-Qur'an.
Tentu saja kita semua mengharapkan menjadi orang beriman menginginkan agar menjadi orang yang rajin membaca Al-Qur'an sehingga kita tergolong seperti jeruk manis, yang rasanya manis dan baunya harum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar