Selasa, 13 Oktober 2015

INDAHNYA RAMADHAN (8) PUASA MELAHIRKAN PEMBERANI

INDAHNYA RAMADHAN (BAGIAN 8 / delapan )
PUASA MELAHIRKAN PEMBERANI
الـسـلا م عـلـيـكـم ورحـمـة الله وبركا تـه
Sahabat!
Tetaplah semangat !
Tetaplah tegar dalam berjuang !
Dan selalu fokus pada tujuan hidup yang cemerlang !

Satukan hati
Luruskan shaf
Rapatkan barisan
Membela kebenaran
Menegakkan keadilan
Meninggikan kalimat Allah
Dan mencari keridhaan-Nya
Berbahagia di dunia dan akhirat

Sekembali dari perang Badar, di sela-sela perjalanan, nabi mengomentari Perjuangan heroik tersebut, bahwa perjuangan yang sangat luar biasa itu masih kecil dibandingkan dengan sebuah perjuangan yang lebih berat, yaitu perjuangan mengalahkan diri sendiri. Nabi Muhammad SAW mengatakan:"Kita telah kembali dari perjuangan yang lebih kecil dibandingkan dengan perjuangan yang lebih besar" Dengan penuh keheranan para sabat bertanya apakah ada perjuangan yang lebih berat dari perang Badar yang sangat hebat itu. maka nabi menjawab: Perjuangan yang lebih berat itu adalah perjuangan mengalahkan hawa nafsu".
Belum bisa dikatakan seseorang pemberani kepadaeseorang yang telaqh menjatuhkan lawannya dalam pertarungan, tewtapi pemberani yang sesungguhnya adalah orang-orang yang mampu menguasai dirinya dari pengaruh hawa nafsu tak tidak mau ketinggalan dan tidak pernah merasa cukup dan tidak akan pernah tewrpuaskan. sehingga Nabi Muhammad mengumpamakan hawa dengan seseorang yang walaupun dia telah memiliki emas sep-enuh lembah, maka kerakusan yang menguasai dirinya tidak akan merasa puas dsampai emas itu menjadi dua lembah. sudah dapat emas sepenuh dua lembah dia masih menginginkan yang ketiga, dan begitulah seterusnya sampai mulut manusia disumbat dengan tanah di dalam kuburnya, barulah dia menyadari bahwa tumpukan harta itu telah menipu dirinya, ditinggalkannya di dunia dan tidak bisa menolong dirinya, walaupun sebelumnya dia adalah pemilik harta itu secara sah. tetapi begitu dia meninggal kepemilikan itu langsung berpindah tangan kepada ahli warisnya.
Makanya dalam Surat24 Alfurqaan ayat 43 Allah berfirman yang artinya :"Pernahkah engkau memperhatikan orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?. ayat ini menjel;askan bah kalau hawa nafsu itu tidak terkendali lagi maka dia akan semakin liar bahkan tidak jarang akhirnya simanusia diperbudak oleh hawa nafsunya dan akhirnya kehilangan kontrrol terhadap dirinya. 
berbahagialah orang yang berpuasa, karena dengan berpuasa dia dilatih mengendalikan hawa nafsunya dimulai dari mengendalikan nafsu makan dan minum, serta nafsu syahwat yang telah banyak menjerumuskan manusia ke lembah kehinaan. semoga kita termasuk seorang pemberani yang mampu berkata kepada diri sendiri.:"Wahai diri jangan mau terperangkap oleh godaan nafsu supaya hidupmu tidak sengsara karenanya, wahai nafsu tahanlah kemauannmu, mari kita menempuh jalan yang lurus yang akan membawa kita kepada kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar