Selasa, 13 Oktober 2015

INDAHNYA RAMADHAN (9) MERIAHNYA CALON PENGHUNI SORGA

INDAHNYA RAMADHAN (BAGIAN 9 / sembilan )
MERIAHNYA CALON PENGHUNI SORGA
الـسـلا م عـلـيـكـم ورحـمـة الله وبركا تـه

Alangkah bahagianya kesudahan hidup orang berjasa,
Yang Alangkahpatuh kepada perintah yang maha kuasa,
Dan kuat menghindari perbuatan dosa, 
Sehingga dunia jadi aman sentosa. 

Dan alangkah celakanya nasib orang durjana,
Akibat ulahnya terjadi banyak bencana,
Di akhirat hidupnya akan merana,
Di mata Allah dia terhina,
Akan mendapat balasan yang sempurna,
Semua kemegahannya pasti akan sirna,
Bagai orang mengejar fatamorgana.

Bagi orang-orang yang imannya sudah kokoh, bahwa dunia ini hanya bersifat sementara, dan suatu saat akan kembali menghadap Allah dikampung akhirat untuk mempertanggung jawabkan segala perbuatannya sekaligus menginginkan sorga sebagai tempatnya yang abadi, maka tentu saja bulan ramadhan in i baginya akan dijadikannya sebagai tempat untuk berlomba-lomba memperbanyak amal kabajikan sebagai syarat utama untuk memasuki sorga yang pada bulan ini pintunya dibuka selebar-lebarnya dan senganja diperindah dengan berbagai perhiasan untuk menyambut datangnya para calon penghuninya yang terdiri dari orang-orang yang berusaha meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya.
maka tidaklah mengherankan sejak awal ramadhan mesjid dan mushalla dipenuhi oleh para pengunjung yang ingin mendapatkan keberkahan dari bulan ini dengan beramai-ramai melaksanakan shalat sunat tarawih yang dilanjutkan dengan memperbanyak membaca dan mendengarkan ayat-ayat Al-Qur'an, dan dengan itu syi'ar Islam berkibar di mana-mana selama sebulan penuh, dan suasana itu tentu sangatlah berbeda dengan bulan bulan lainnya.
Tentu saja kita mengharapkan semua itu tidak hanya dilakukan sebagai acara seremonial tahunan, di mana ada juga diantara saudara saudara kita yang hanya rajin ke Masjid untuk melaksanakan salat tarawih tapi setelah selesai bulan ramadhan dia seolah olah tidak kenal lagi dengan mesjid, dan ada pula sebahagian yang bersemangat diawal ramadhan saja tetapi semakin hari semangat itu semakin berkurang, sehingga dari hari kehari selama ramadhan jama'ahnya semakin berkurang, padahal seharusnya pelaksanaan ibadah dibulan ramadhan itu semakin hari harus semakin mantap karena Allah ingin melihat siapa diantara orang-orang yang beriman itu yang layak ditetapkan sebagai orang yang bertaqwa pada akahir ramadhan setelah sebulan penuh menempa diri dengan amal-amal yang dilipat gandakan pahalanya pada bulan ramadhan ini.
Puncak pelipat gandaan pahala itu akan dinikmati oleh orang-orang yang dengan sengaja memanfaatkan sepuluh hari terakhir untuk menunggu datangnya malam lailatul qadar dengan lebih meningkatkan kwalitas ibadahnya karena dengan kasih-sayangnya Allah menjadikan malam itu sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, malam yang padanya para malaikat bersama pemimpinnya Jibril turun ke bumi untuk menjadi saksi ketaatan hamba-hamba Allah yang merindukan keridhaan-Nya. Malam yang dijamin oleh Allah sebagai malam yang selamat dan sejahtera hingga terbitnya fajar.
Maka berbahagialah orang-orang yang hatinya rindu untuk beribadah dengan sebaik-baiknya pada malam itu, pintu hatinya terbuka untuk menjadi orang yang disaksikan dan dicatat sebagai salah seorang yang amal ibadahnya pada malam itu lebih baik dari selama hidupnya ( 83 tahun lebih). dan semoga kita termasuk salah seorang diantarannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar