Selasa, 13 Oktober 2015

NDAHNYA RAMADHAN (26 ) CIRI SUKSESNYA PUASA RAMADHAN

INDAHNYA RAMADHAN ( BAGIAN 26 / dua puluh enam )
CIRI SUKSESNYA PUASA RAMADHAN 
الـسـلا م عـلـيـكـم ورحـمـة الله وبركا تـه
Dengan latihan yang dilakukan selama sebulan penuh tentu saja akan menimbulkan bekas yang akan menjadi karakter dan keperibadian seseorang sebagai buah pelatihan. Seseorang baru bisa dikatakan sukses dalam menjalani puasa ramadhan apa bila:
Pertama, tekun menjalankan kewajiban shalat lima waktu. karena shalat adalah tiang agama, siapa yang mendirikannya berarti menegakkan Agama, dan siapa yang meninggalkannya berarti meruntuhkan agama. Rasulullah sangat gigih untuk mengajak sahabat-sahabatnya menjaga waktu-waktu shalat yang lima, yang dilaksanakan secara berjama'ah di Masjid. Orang yang berpuasa sangat disiplin menjaga waktu shalat, karena nilainya setara dengan 70 kali shalat fardhu di bulan lain. dan itu akan menjadi kebiasaannya walaupun ramadhan telah berlalu.
kedua, menjalankan ibadah-ibadah sunnah. termasuk di dalamnya menjalankan ibadah shalatul-lail. Mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah merupakan ciri orang yang shalih. di samping tekun melaksanakan yang wajib, kita harus memperbanyak melakukan ibadah sunat, baik itu ibadah shalat, puasa dan sedekah yang sudah terbiasa dilakukan di bulan puasa, akan menjadi ciri utama dari hamba Allah yang akan Dicintai-Nya, Apa bila Allah telah mencintai seseorang, maka akan diberi-Nya apa yang diminta, dan dikabulkan-Nya segala permohonan, serta diberi pertolongan ketika butuh pertolongan. Dalam sebuah hadis Qudsy Allah menyatakan:"Dan hamba-Ku yang terus menerus mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah, sampai Aku mencintainya. (Hadits Qudsi).
Ketiga, terjauh dari kikir dan rakus kepada harta benda, Salah satu sasaran utama shiyam agar manusia mampu mengendalikan sifat rakus pada makan minum maupun pada harta benda, karena ia termasuk sifat kehewanan (Bahimiyah). Cinta dunia serta gelimang kemewahan hidup sering membuat manusia lupa akan tujuan hidup sesungguhnya.
Keempat, rajin membaca Al-Qur’an.Ramadhan juga disebut Syahrul Qur’an, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an. Orang-orang shalih di masa lalu menghabiskan waktunya baik siang maupun malam Ramadhan untuk membaca Al-Qur’an. Ibadah ummatku yang paling utama adalah pembacaan Al-Qur’an (HR Baihaqi). Ramadhan adalah saat yang tepat untuk menimba dan menggali sebanyak mungkin kemuliaan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup. Kebiasaan baik ini harus nampak berlanjut setelah Ramadhan pergi, sebagai tanda keberhasilan latihan di bulan suci.
Semoga kita termasuk orang yang sukses dalam pelatihan ramadhan dengan berusaha menjaga shalat yang lima waktu, rajin mengerjakan perbuatan sunat, tidak kikir dan rakus kepada harta benda, serta rajin membaca Al-Qur'an.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar