Selasa, 13 Oktober 2015

INDAHNYA RAMADHAN (28) SELAMAT JALAN RAMADHAN

INDAHNYA RAMADHAN ( BAGIAN 28 / dua puluh delapan )
SELAMAT JALAN RAMADHAN
الـسـلا م عـلـيـكـم ورحـمـة الله وبركا تـه

Melati semerbak harum mewangi
Sebagai penghias di di pagi hari
Sebentar lagi ramadhan akan pergi
Selamat  jalan semoga jumpa lagi

bila langit dan bumi menangis melepas kepergiannya, maka salahkah kalau kita menangis di saat Ramadhan sudah bergegas di akhir hitungan sementara tadarus Quran kita tak juga beranjak khatam dan Qiyamul lail kita yang centang perenang. sedangkan Allah tidak memberikan kepastian kepada kita apakah kita masih ada pada ramadhan tarun depan.

Hari berlalu begitu cepat segudang aktivitas telah menguras tenaga & pikiran kita, hingga tanpa terasa hanya dalam hitungan berapa puluh jam lagi bulan ramadhan akan meninggalkan kita, ia telah mencuci lahir dan batin kita selama sebulan penuh. rasa sedih dengan berakhirnya perjalanan bulan yang penuh berkah tersebut akan menyelimuti hati orang-orang yang beriman. walaupun demikian, kita harus terus menapaki jalan keta’atan untuk semaksimal mungkin mencapai ketakwaan yang sempurna. Bulan Ramadhan boleh berakhir, atau mati suri hingga tahun yang akan datang, tapi Allah Ta’ala tidak akan pernah mati buat selama-lamanya.
Adalah fitrahmu untuk selalu datang dan kemudian pergi jauh, dan tak pasti aku akan bertemu kamu lagi, Sedih betapa aku akan selalu merindukanmu
Selamat jalan Ramadhan, mudah-mudahan Allah Ta’ala masih memberi kami kesempatan untuk berjumpa denganmu, dan menikmati jamuan Allah yang berlimpah dan penuh berkah pada ramadhan yang akan datang.
Saat kau akan pergi, baru kurasa kau telah kusia-siakan, maafkan aku tamu muliaku. Ya Rabb, izinkan diri ini memohon usia untuk dapat bertemu dengan ramadhanMu yang mulia di tahun depan. Sedih rasanya melepas kepergian bulan ini, karena merasa diri masih belum maksimal menjalankan ibadah-ibadah terbaik di bulan ini. Ketika orang lain mungkin ruku’ dan sujud penuh keikhlasan, kita masih ruku’ dan sujud sekedar memenuhi kewajiban. Ketika orang sujud di keheningan malam, mungkin kita masih terlelap dalam tidur yang panjang, Ketika orang bersungguh-sungguh mengejar 10 Malam terakhir, kita sibuk dengan mencari pakaian baru dan membuat kue lebaran.
Semoga amalan amalan kita bersama nulan Ramadhan dalam bentuk shalat tarwih, bersedekah dan membaca Al-Qur'an serta do'a dan permohonan ampun lita betul-betul diterima olah Allah SWT. dan menjadi kebiasaan kita selama sebelas bulan sampai kita bertemu kembali dengan Ramadhan yang akan datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar