Selasa, 13 Oktober 2015

INDAHNYA RAMADHAN (18) HALANGAN DAN RINTANGAN TAQWA

INDAHNYA RAMADHAN (BAGIAN 18 / delapan belas belas )
HALANGAN DAN RINTANGAN TAQWA
الـسـلا م عـلـيـكـم ورحـمـة الله وبركا تـه
Untuk bisa sukses menuju taqwa, maka manusia harus berhasil melewati halangan dan rintangan yang akan menjatuhkan dan menggagalkannya, 
Rintangan pertama adalah godaan dan rayuan syetan yang tidak pernah berdiam diri untuk selalu menyesatkan manusia. dan dia adalah musuh besar manusia yang selalu menggeser dan menyimpangkan kita dari jalan yang lurus. dia telah mendapat izin dari Allah untuk menggoda manusia dengan bermacam-macam cara, kalau perlu dengan menghalalkan yang haram atau mengharamkan yang halal, bersumpah pun dia mau asal maksudnya tercapai. sampai menjelang kematianpun syetan itu berusaha agar kita mati dalam keadaan kafir, padahal Allah menginginkan agar kita memilih mati dalam keadaan beragama Islam.
Rintangan kedua adalah hawa nafsu manusia itu sendiri, kalau dia tidak terkendali oleh iman dan kebenaran maka dia akan selalu mendorong dan menyuruh berbuat jahat. Innan nafsa laammaratun bissuu-i. (sesungguhnya hawa nafsu itu benar-benar akan menyruh engkau berbuat jahat). hawa nafsu dan keinginan manusia yang diperturutkan tidak akan pernah merasa puas walaupun dia sudah memiliki harta dan kemewahan yang melimpah. para pejabat yang koruptor itu bukan karena kemiskinan tetapi karena memperturutkan hawa nafsu yang pantang kerendahan. Hawa nafsu yang diperturutkan akan menyebabkan manusia berperilaku seperti binatang yang tidak lagi mengenal batas halal dan haram serta tidak punya rasa malu dalam berbuat dosa. dan akhirnya dia akan menjadi nafsu yang menyesal setelah dia diminta pertanggung jawabannya di hadapan Allah atas kerusakan yang diakibatkan oleh memperturutkan hawa nafsu itu.
Rintangan yang ketiga adalah keindahan dunia yang menipu. Dunia yang semakin lama semakin indah diciptakan Oleh Allah sebagai tempat singgah sementara bagi setiap manusia. dan hanya sekedar tempat mencari bekal untuk dibawa ke kampung akhirat sebagai tempat tinggal abadi manusia. Sesuai dengan yang dikehendaki oleh Allah sebagai Penguasa Tunggal alam ini, bahwa manusia hanya boleh tinggal di dunia sementara dan harus mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat yang kekal berdasarkan modal dari karunia Allah yang dia dapatkan di dunia. betapapun banyaknya harta yang dikumpulkan oleh manusia di dunia ini, akan ditinggalkan ketika kita meninggal dunia, kecuali harta yang telah kita belanjakan untuk kepentingan akhirat kita semasa kita masih hidup. Orang -orang yang terlalu mencintai dunia dalam bentuk harta, kemewahan dan jabatan, akan tertipu karena begitu datang kematian kepadanya harta dan kemewahan itu bukan lagi menjadi miliknya dan otomatis berpindah ke tangan orang lain. begitu juga orang-orang yang berbangga bangga dengan rumahnya yang mewah akan tertipu ketika ia meninggal dunia karena dari rumah mewah itu dia akan diantarkan ke kuburan sebagai tempat terakhir bagi jasadnya, sementar ketika nanti dia dibangkit dari kubur tempatnya tidak ditentukan berdasarkan rumah dan kekayaannya di dunia, melainkan berdasarkan iman dan amal shalehnya selama hidup di atas dunia.
Semoga kita bisa menggpai jiwa taqwa setelah kita mampu mengalahkan godaan syetan, setelah mampu mengendalikan hawa nafsu dan setelah kita tidak tertipu oleh kehidupan dunia yang hanya bagaikan permainan dan sandiwara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar