Selasa, 13 Oktober 2015

INDAHNYA RAMADHAN (5) BERPUASA ADALAH SEPAROH KESABARAN

INDAHNYA RAMADHAN (BAGIAN 5 / lima )
BERPUASA ADALAH SEPAROH KESABARAN
الـسـلا م عـلـيـكـم ورحـمـة الله وبركا تـه

Sekeras apapun badai dia pasti akan berlalu
Sekuat kuatnya gempa dia pasti akan berhenti
Sebesar besarnya api dia pasti akan mati
Sederas derasnya banjir pasti akan surut kembali.
Asal kita bisa menemukan tempat berlindung yang aman kita akan selamat.
Setiap bencana ada hikmah yang lebih besar dari bencana itu kalau kita jeli menemukannya
Bagi setiap masalah pasti ada jalan penyelesaiannya 
Bagi setiap penyakit Allah telah menyediakan obatnya
Semuanya datang dari Allah, berada dalam kendali Allah
Dan akan kembali kepada Allah. Termasuk kita tentunya.
Semoga kita menjadi orang yang selalu bertanya dan mintak petunjuk kepada Allah dalam menghadapi persoalan hidup dan menyelesaikan masalah kita.

Rasulullah SAW bersabda bahwa:"berpuasa itu adalah separoh kesabaran". ungkapan nabi ini mengandung makna yang amat dalam, bahwa berpuasa itu adalah sarana untuk melatih diri menjadi orang yang tahan ujian dan godaan. Jangankan memakan harta yang haram, selama berpuasa kita dilatih menahan diri dari mamakan makanan yang halal yang terdapat di rumah kita. dimana kita tidak mau menyentuhnya disebabkan kita sedang berpuasa. Apa bila orang yang sedang berpuasa diganggu orang sehingga dia menjadi emosi, maka emosi itu akan ditahannya dengan mengatakan saya sedang berpuasa. orang-orang yang sukses adalah orang-orang yang sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan dan ujian hidup sehingga dia akhirnya bisa mencapai keinginannya. Semakin kuat keimanan seseorang maka akan semakin besar pula godaan yang dihadapinya. sehingga dengan modal kesabaran dia akhirnya mampu menghadapi ujian itu. karena Allah telah berjanji bahwa Dia akan selalu bersama dengan orang-orang yang sabar. Dan kepada orang-orang yang bersabar Allah berjanji akan memberikan yang lebih baik dari ujian yang diberikan kepada seseorang jika ternyata dia bersabar dalam menghadapi ujian tersebut. Ujian-ujian hidup bukan saja dalam bentuk kesulitan, tetapi tidak jarang dalam bentuk kemudahan, kemegahan dan kekayaan, dimana hal-hal yang kita senangi itu sering membuat orang lupa diri dan lupa bersyukur kepada Sang Pemberi karunia itu.
Sebagai orang yang beriman yang menjadikan puasa sebagai alat menempa diri, kesabarn itu akan menjadi indah pada saat kita menikmati buah dari kesabaran itu karena dibalik kesabaran itu Allah telah merencanakan sesuatu yang benar-benar sesuai dengan harapan orang yang bersabar itu. Nabi Ya'qub saja harus bersabar selama 30 tahun untuk kembali bisa bertemu dengan anaknya, dan pertemuan kembali dengan anaknya itu menyebabkan penyakit buta yang dideritanya langsung sembuh hanya ketika baju nabi Yusuf dilemparkan ke wajahnya.
Semoga puasa yang kita laksanakan selama satu bulan penuh menjadikan kita menjadi orang yang sabar dalam menjalani ujian hidup baik ujian itu dalam bentuk kesulitan ataupun kemudahan, karenan Allah Sebagai yang Maha Mengatur seluruh alam semesta ini telah menyatakan bahwa bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan. dan dibalik pendakian pasti ada penurunan.; semakin tinggi pendakian, maka sehabis pendakian akan semakin dalam penurunan yang akan kita lewati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar