INDAHNYA RAMADHAN ( BAGIAN 22 / dua puluh dua )
BERUSAHA MENDAPATKAN LAILATUL QADAR
الـسـلا م عـلـيـكـم ورحـمـة الله وبركا تـه
BERUSAHA MENDAPATKAN LAILATUL QADAR
الـسـلا م عـلـيـكـم ورحـمـة الله وبركا تـه
Malam penuh berkah yang dijanjikan
Yang lebih baik dari seribu bulan
Kerlip bintang menari riang iringi Malaikat Jibril turun ke bumi
Usaha menemukanmu adalah proses pematangan diri menuju maqam terpuji
Hadirmu memberi terang pada nurani dalam berjuang
Aku tunaikan persembahan cintaku
Tersungkur demi menuai rahmat-Nya
Dalam sujud, dalam zikir dan fikir
Dalam tilawah dan muhasabah
Ku bersimpuh di sepanjang malammu
Menengadah untuk memohon ampunan-Nya
Pagi harinya mentari hadir dengan cahaya temaram
Menyinari bumi tanpa kepanasan
Membelai insan dengan senyuman.
Ummul Mu`minin ‘Aisyah RA mengisahkan tentang Nabi Muhammad SAW pada 10 terakhir Ramadhan, beliau mengencangkan tali sarungnya (yakni meningkat amaliah ibadah beliau), menghidupkan malam-malamnya, dan membangunkan istri-istrinya.” (Hadis muttafaqun ‘alaihi)
Nabi Muhammad SAW sangat serius dalam melakukan amaliah ibadah lebih banyak dibanding hari-hari lainnya. Keseriusan dan peningkatan ibadah di sini tidak terbatas pada satu jenis ibadah tertentu saja, namun meliputi semua jenis ibadah baik shalat, tilawatul qur`an, dzikir, shadaqah, dll. Dia juga membangunkan istri-istri beliau agar mereka juga berjaga untuk melakukan shalat, dzikir, dan lainnya. Hal ini karena semangat besar beliau agar keluarganya juga dapat meraih keuntungan besar pada waktu-waktu utama tersebut. Sesungguhnya itu merupakan karunia besar yang tidak sepantasnya bagi seorang mukmin berakal untuk melewatkannya begitu saja. Beliau beri’tikaf pada 10 hari terakhir ini, demi beliau memutuskan diri dari berbagai aktivitas keduniaan, untuk beliau konstrasi ibadah dan merasakan lezatnya ibadah tersebut. Pada malam-malam 10 hari terakhir inilah sangat besar kemungkinan salah satu di antaranya adalah malam Lailatur Qadar. Suatu malam penuh barakah yang lebih baik daripada seribu bulan.
Amalan pada malam yang barakah ini setara dengan pahala amalan yang dikerjakan selama 1000 bulan yang tidak ada padanya Lailatul Qadr. 1000 bulan itu sama dengan 83 tahun lebih. Itulah di antara keutamaan malam yang mulia tersebut. Maka dari itu Nabi Muhammad SAWberusaha untuk meraihnya, dan beliau bersabda yang artinya:“Barangsiapa menegakkan shalat pada malam Lailatul Qadr atas dorongan iman dan mengharap balasan (dari Allah), diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu”. (H.R Al Bukhari)
Pada malam tersebut para malaikat dan malaikat Jibril turun. Hal ini menunjukkan betapa mulia dan pentingnya malam tersebut, karena tidaklah para malaikat itu turun kecuali karena perkara yang besar. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar, ini merupakan bukti tentang kemuliaan, kebaikan, dan barakahnya.
penamaan Lailatul Qadr karena pada malam tersebut Allah subhanahu wa ta’ala menetapkan secara rinci takdir segala sesuatu selama 1 tahun. Pada malam itu dirinci segala urusan (takdir) yang penuh hikmah.
Malam Lailatul Qadr terjadi pada bulan Ramadhan. pada salah satu dari malam-malam ganjil 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda yang artinya:“Carilah Lailatul Qadr itu pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan)”. (H.R Bukhari).
Tanda-tanda Lailatul Qadr adalah pagi harinya matahari terbit dalam keadaan tidak menyilaukan, seperti halnya bejana (yang terbuat dari kuningan). (H.R Muslim), Lailatul Qadr adalah malam yang tenang dan sejuk (tidak panas dan tidak dingin) serta sinar matahari di pagi harinya tidak menyilaukan. (H.R Ibnu Khuzaimah dan Al Bazzar)
Semoga hati yang tergugah untuk Menghidupkan malam-malamnya pada 10 Terakhir di bulan Ramadhan dan terketuk untuk meningkatkan ibadah kepada Allah swt, melaksanakan shalat tarawih dengan penuh iman dan harapan pahala dari Allah semata, membaca Al-Qur’an dengan berusaha memahami maknanya, membaca buku-buku yang bermanfaat, dan bersungguh-sungguh dalam dzikrullah. dan membaca do'a
اللهم إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya:“Ya Allah sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Maha Pemberi Maaf, Engkau suka pemberian maaf, maka maafkanlah aku”. (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
#MEMBURU_LAILATUL_QADAR
💡Tips menjelang 10 malam terakhir Ramadhan
Oleh Sheikh Tawfique Chowdhury 💡
1. Mulailah dengan niat yang bersih dan tulus. Jika sampai hari ini ibadah terasa belum maksimal, bersiaplah untuk memaksimalkannya. Jika kau benar2 ingin memperbaikinya, masih ada waktu!
2. Hari ini, bacalah tafsir surat AlQadr, dan pahami apa yg sesungguhnya terjadi pada malam laylatul Qadr. Kau akan merasakan keagungan dan kekuatannya in syaa Allaah.
3. Jangan menunggu hingga malam ke 27 untuk mengerahkan segalanya. Seluruh malam dari 10 malam terakhir seharusnya jadi targetmu. Bangunlah setiap malamnya. Jangan sampai laylatul Qadr terlewati begitu saja.
4. Ikutilah sunnah nabi shalallaahu 'alayhi wasallam. Tuntunan beliau adalah : "barangsiapa yang berjaga (tdk tidur) dan berdoa pada malam laylatul qadr dengan iman dan pengharapan akan ganjarannya, dosa2nya yang telah lalu akan diampuni."
5. Hafalkan doa malam laylatul qadr yang diajarkan Rasulullaah shalallaahu 'alayhi wasallam ini : Allaahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa' fu'annii (ya Allah, engkau maha pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku).
6. Siapkan daftar pendek doa doa untuk dipanjatkan. Ingat, ini adalah waktu yang sangat istimewa bagi seorang hamba. Malam Qadar! Malam ditetapkannya takdir! Pilihlah doa doa terbaik untuk agamamu, dunia akhiratmu dan keluargamu. Jangan lupakan saudara2mu muslimin yang tengah kesusahan di berbagai belahan dunia.
7. Sempatkan tidur siang sejenak jika memungkinkan. Jagalah perutmu agar tidak terlalu kenyang dan tidurlah segera setelah isya dan tarawih sekedar untuk menyegarkan diri. Lalu bangunlah untuk beribadah.
8. Jangan lupakan keluargamu! Rasulullah membangunkan para istrinya pada malam2 ini. Anak2 pun bisa diajak beribadah untuk beberapa saat, walau mungkin tidak selama orang dewasa. Siapkan, semangati dan motivasi mereka!
9. Cara kita berpakaian dan mempersiapkan diri berpengaruh secara psikologis. Pakailah pakaian yang bagus dan wewangian (khusus di rumah untuk wanita) ketika beribadah.
10. Pilihlah spot khusus yang kondusif untuk beribadah, apakah itu di mesjid atau di rumah. Letakkan sajadah, mushaf dan air minum sehingga kita tidak perlu beranjak dari sana jika perlu minum.
11. Ini BUKAN malam untuk pasang status (misalnya : "alhamdulillaah, nikmatnya bermunajat kepadaNYA malam ini" dsb) di FB atau media sosial apapun. Biarlah itu jadi rahasia indah antara hamba dengan Rabbnya. Maka, matikan dulu HP, tablet dan komputer. Putuskan dulu hubungan dengan dunia, dan nikmati jalinan hubungan dengan al-'Afuww!
12. Jika mengantuk, maka variasikan bentuk ibadah antara shalat, bermunajat dan membaca Qur'an. Lakukan bergantian. Jangan habiskan malam untuk mendengarkan ceramah atau tilawah, atau kalau sangat ngantuk, dengarkan sebentar saja untuk mengusir kantuk.
13. Sabar adalah kuncinya. 10 malam terakhir mungkin akan sangat melelahkan. Anda mungkin masih harus bekerja, sekolah atau aktifitas lainnya. Ini adalah saat untuk bersabar dengan kelelahan itu. Ingatlah Allah telah menganugrahimu dengan kesempatan berharga (akan luasnya ampunan)yang mungkin saja tidak datang lagi. Bukankah kita akan berlari walau apapun yang terjadi jika kita tahu pasti bahwa ini adalah Ramadhan terakhir kita dan surga hanya selangkah lagi?
14. Ini yang paling penting : husnudhon lah kepada Allah. Ketika bermunajat, ingatlah kau sedang meminta pada Raja Yang Maha Pemurah. Jika kau berharap yang terbaik, Dia akan memberimu yang terbaik. Jangan ragu-ragu, yakinlah dan tumpahkan seluruh isi hatimu di hadapanNYA. Jangan biarkan keragu2an dan prasangka buruk menjauhkanmu dari Arrahman Arrahiim.
Allahumma ballighna laylatal qadr.
Semangat dan optimalkan amal ibadah qita di 10 hari terakhir mohonlah kepada Allah SWT agar kita diberikan kesabaran utk bertemu dengan malam laylatul qadr. Ya Allah Ya Rab pertemukanlah hambamu dengan malam laylatul qadar di bulan Ramadhan tahun ini. Aaminn Yaa Mujibasaailiin
#CopasJakfarDalimunte
Tidak ada komentar:
Posting Komentar