KARAKTER TAQWA
الـسـلا م عـلـيـكـم ورحـمـة الله وبركا تـه
Semoga kita menjadi orang yang mewarisi karakter taqwa,
yaitu manusia yang berhati mulia,
yang menyimpan mutiara kehidupan,
yang bisa berlapang hati dalam kesempitan,
kasihan kepada orang yang susah,
tidak mau berdosa karena cinta,
dan tidak terlanjur karena ria,
amalnya ikhlas baik secara diam-diam, maupun secara terang-terangan,
adil baik diwaktu marah, maupun dikala sayang,
selalu berhemat di waktu kaya dan miskin,
suka memaafkan orang yang menyakiti,
rajin dalam menghubungkan silaturrahmi,
bicaranya selalu ingat kepada Allah,
diamnya memikirkan kebesaran Allah,
dan selalu mengambil pelajaran dari sesuatu yang dialaminya,
tingkah lakunya tidak merugikan orang lain,
sepak terjangnya tidak merusak lingkungan hidup,
fi’il dan perangainya tidak berbau kezaliman dan kecurangan.
Karena itu Allah terpesona,
dan kepadanya dibukakan jalan keluar dari kesulitan hidup,
rezkinyapun dicurahkan dengan tiada terduga,
keinginan sampai, cita-citanya terkabul,
dosanya diampuni, dan pahalanya dilipatgandakan.
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (Q.S. 3; Ali Imran ayat 133-135)
Dari sekian banyak karakter yang yang menjadi ciri-ciri dari orang yang bertaqwa, maka di dalam ayat ini Allah menyebutkan beberapa ciri utama yaitu, menginfakkan harta dalam keadaan lapang atau sempit, menahan amarah, mau memaafkan kesalahan orang lain dan bertobat. Menginfakkan harta untuk membantu sesama tidak hanya dilakukan pada waktu lapang saja, tetapi juga harus dilakukan walaupun dalam keadaan sempit. karena menolong orang lain itu bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, tergantung apakah kita mempunyai jiwa menolong atau tidak. lagi pula untuk masuk sorga itu tidak hanya hak dari orang yang punya kelapangan saja, tetapi juga menjadi hak dari orang-orang yang hidup dalam kesempitan. dan pahala berbuat baik yang dilakukan oleh orang yang berada dalam kesempitan lebih besar dari orang yang berada dalam kelapangan. Allah memuji kaum Anshar dalam Surat 59; al-Hasyr ayat 9 dengan ungkapan mereka mampu mengalahkan diri mereka sendiri demi untuk menolong orang lain yang dalam kesulitan, walaupun mereka sebenarnya juga berada dalam kesulitan juga. Dan barang siapa yang terhindar dari sifatr kikir, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Selanjutnya orang yang bertaqwa itu adalah orang yang mampu menahan amarahnya dan mau memberi maaf terhadap orang yang bersalah kepadanya. Untuk menahan amarah dan memberi maaf dibutuhkan kelapangan dada dan kesucian hati, oleh karena itu dapatlah dikatakan bahwa orang yang bertaqwa itu adalah orang yang berlapang dada dan mempunyai hati yang suci, dimana dia meyakin bahwa segala sesuatu ada yang mengatur dan mengawasi dan akan memberikan balasan yang setimpal terhadap orang orang yang berbuat jahat.
Kemudian orang yang bertaqwa itu adalah orang-orang yang selalu berhati-hati, apa bila ia melakukan dosa atau kesalahan, maka dia cepat menyadarinya, karena dia sadar ada yang melihat perbuatannya itu, dia mengingat Allah dan memohon ampun kepada Allah, dan bertekad untuk tidak mengulangi lagi dosa dan kesalahannya itu karena dia menyadari bahwa setiap dosa yang dilakukan akan berakibat buruk terhadap pelakunya.
Semoga dengan berpuasa kita tergolong kedalam orang yang bertaqwa yang mau menginfakkan hartanya baik dikala lapang maupun sempit, sanggup menahan amarah dan mau memberi maaf, serta mau bertobat dari setiap kesalahan yang kita lakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar