JANGN BERPUTUS ASA DARI AMPUNAN ALLAH
الـسـلا م عـلـيـكـم ورحـمـة الله وبركا تـه
Tasbih cintaku menderu-deru,
mengalun cepat mendayu-dayu,
memelas-melas dengan penuh haru,
dan merayu-rayu dengan sendu,
membasahi sajadah cintaku.
Kutumpu asa didepan mihrab cinta
untuk melepas dahaga jiwaku
Yang haus belaian kasih mesra-Nya,
menunggu di hamparan permadani cinta
turunnya ketenangan dari langit cinta
Dan kurasakan kedamaian yang kudambakan,
karena cinta-Nya memenuhi relung-relung hatiku,
indahnya tak terkatakan karena belaian mesra-Nya,
begitu nyata terasa dalam setiap desah nafas dan getar hati ,
semakin lama semakin larut dalam dekapan cinta-Nya.
Bersyukurlah Ummat Islam yang menyembah Tuhan Yang maha pengasih, lagi maha Penyayang, maha Pengampun lagi maha Penerima tobat. Betapapun banyaknya dosa anak adam tetapi ampunan Allah lebih luas dari dosa-dosa itu. selama masih ada kesadaran akan buruknya akibat dari perbuatan dosa, dan mau kembali kejalan yang lurus, maka selama itu ada kesempatan menjadi orang baik dan mengakhiri hidup dengan husnul khatimah. Betapapun banyaknya dosa yang telah dilakukan oleh seorang hamba, apa bila telah muncul kesadaran dari lubuk hati, maka jangan ditunda-tunda untuk bertobat kepada Allah, karena tidak akan pernah marah kepada orang yang bertaubat, malah sebaliknya Dia akan menyayangi dan membimbing dengan sebaik-baik bimbingan. dan akan menghapus semua dosa itu. dan hanya akan mencatat amalan-amalan kita semenjak kita bertobat, dan tentu saja tobat yang dilakukan adalah tobat nasuha, yaitu tobat yang diiringi dengan tekad yang kuat untuk tidak kembali lagi melakukan kesalahan yang sama setelah bertobat.
Pungsi puasa yang paling utama adalah melebur atau menghapus dosa yang pernah dilakukan, sekali gus membebaskan diri dari azab neraka. karena itu do'a yang harus banyak dibaca selama bulan puasa adalah Allahumma a'tiq riqabana minannar (ya Allah Bebaskanlah punggung/diri kami dari azab neraka, dan juga orang tua kami dan orang-orang yang kami sayangi dari azab neraka. Walaupun hidup senang dan bergelimang harta di dunia ini itu hanya sangatlah sebentar, sedangkan kematian selalu menunggu untuk mendatangi kita pada saat yang hanya Allah yang mengetahuinya. Andai kata maut menjemput kita sebelum kita meminta ampun dari dosa dan kesalahan kita dalam mencari harta dan membelanjakannya, atau dalam menggunakan kesempatan hidup yang diberikan oleh Allah kepada kita, yang tidak sempurna dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. maka penyesalan kita sesudah mati tidak akan ada gunanya. oleh karena itulah kita harus bertobat sebelum terlambat, dan melaksanakan kewajiban shalat sebelum mayat kita yang dishalatkan orang.
Janganlah kita berputus asa dari ampunan Allah, karena sudah terlalu banyaknya dosa yang dilakukan. Karena ada juga orang yang merasa percuma saja bertobat, karena Allah tidak akan mungkin lagi mengampuninya. Ini adalah anggapan yang salah yang dibisikkan oleh syetan ke dalam hati kita agar kita tidak mau bertobat. Karena Allah telah memberikan jaminan akan menerima tobat siapa saja, dan mau mengampuni dosa berapapun banyaknya sesuai dengan firmannya dalam Al-Qur'an surat 15; al Hijir ayat 49-50 yang artinya:"Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada hamba-Ku yang bertobat), dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih (kepada orang-orang berdosa yang tidak mau bertobat)".
Oleh karena itu mari kita gunakan dengan sebaik-baiknya momentum bulan puasa ini untuk banyak-banyak memohon ampun kepada Allah, dengan kesadaran bahwa tidak ada manusia yang luput dari dosa-dosa, baik disengaja ataupun tidak disengaja.
Pungsi puasa yang paling utama adalah melebur atau menghapus dosa yang pernah dilakukan, sekali gus membebaskan diri dari azab neraka. karena itu do'a yang harus banyak dibaca selama bulan puasa adalah Allahumma a'tiq riqabana minannar (ya Allah Bebaskanlah punggung/diri kami dari azab neraka, dan juga orang tua kami dan orang-orang yang kami sayangi dari azab neraka. Walaupun hidup senang dan bergelimang harta di dunia ini itu hanya sangatlah sebentar, sedangkan kematian selalu menunggu untuk mendatangi kita pada saat yang hanya Allah yang mengetahuinya. Andai kata maut menjemput kita sebelum kita meminta ampun dari dosa dan kesalahan kita dalam mencari harta dan membelanjakannya, atau dalam menggunakan kesempatan hidup yang diberikan oleh Allah kepada kita, yang tidak sempurna dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. maka penyesalan kita sesudah mati tidak akan ada gunanya. oleh karena itulah kita harus bertobat sebelum terlambat, dan melaksanakan kewajiban shalat sebelum mayat kita yang dishalatkan orang.
Janganlah kita berputus asa dari ampunan Allah, karena sudah terlalu banyaknya dosa yang dilakukan. Karena ada juga orang yang merasa percuma saja bertobat, karena Allah tidak akan mungkin lagi mengampuninya. Ini adalah anggapan yang salah yang dibisikkan oleh syetan ke dalam hati kita agar kita tidak mau bertobat. Karena Allah telah memberikan jaminan akan menerima tobat siapa saja, dan mau mengampuni dosa berapapun banyaknya sesuai dengan firmannya dalam Al-Qur'an surat 15; al Hijir ayat 49-50 yang artinya:"Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada hamba-Ku yang bertobat), dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih (kepada orang-orang berdosa yang tidak mau bertobat)".
Oleh karena itu mari kita gunakan dengan sebaik-baiknya momentum bulan puasa ini untuk banyak-banyak memohon ampun kepada Allah, dengan kesadaran bahwa tidak ada manusia yang luput dari dosa-dosa, baik disengaja ataupun tidak disengaja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar