DUA PEMBERI SYAFA'AT DI HARI KIAMAT
الـسـلا م عـلـيـكـم ورحـمـة الله وبركا تـه
Semoga Allah memuliakan kita dengan sebab berpuasa,
Dan menyayangi kita karena membaca Al-Qur'an,
Membahagiakan keluarga kita yang tekun melaksanakan shalat,
Dan memberkahi rizki kita yang berasal dari makanan yang halal dan baik.
Menguatkan iman kita karena menyemarakkan Ramadhan,
Memberikan kenikmatan ibadah karena keikhlasan dalam melaksanakannya,
Melapangkan hati kita karena banyak bersedekah,
Dan menjauhkan kita dari segala fitnah dan bala bencana.
Kiamat nanti. puasa berkata :" Wahai Rabbku,aku telah mencegah dia memakan makanan dan menyalurkan syahwatnya di siang hari, maka berilah aku hak untuk
memintakan syafa'at baginya. Dan berkata pula AL-Qur'an : Wahai Rabbku aku telah mencegah dia tidur di malam hari ( karena membacaku ), maka berilah aku
hak untuk memintakan syafaat baginya. Maka keduanya diberi hak untuk memintakan syafaat." ( H.R. Ahmad )
Disamping mendapat syafa'at diri Rasulullah SAW, rupanya ada dua hal yang bisa pula memberi syafaat kepada kita pada hari kiamat nanti yaitu ibadah puasa dan bacaan Al-Qur'an yang menjadi rutinitas kita setiap waktu. Kumpulan puasa yang kita kerjaan akan menumpuk semakin lama semakin banyak, dan pada hari kiamat akan datang bersama seraya mengatakan kepada Allah:"Wahai Rabbku,aku telah mencegah dia memakan makanan dan menyalurkan syahwatnya di siang hari, maka berilah aku hak untuk memintakan syafa'at baginya. Subhanallah yang telah menjadikan ibadah puasa sebagai pemberi syafa'at, apakah itu puasa wajib yang kita laksanakan setiap bulan Ramadhan, atau puasa puasa sunat dalam berbagai bentuknya, seperti puasa enam hari di bulan Syawal, puasa senin dan kamis, puasa mutih, atau puasa nabi daud dan lain lain, mereka akan berkumpul dihari kiamat untuk memohonkan syafa'at bagi kita.
Begitu juga bacaan-bacaan Al-Qur'an yang kita baca , semakin banyak kita membaca, maka akan semakin besar pula kumpulan bacaan itu yang akan bersama-sama memohon di hari kiamat:"Wahai Rabbku aku telah mencegah dia tidur di malam hari ( karena membacaku ), maka berilah aku hak untuk memintakan syafaat baginya". maka wajar sajalah kalau Nabi Muhammad SAW setiap bulan Ramadhan menammatkan membacanya pada setiap bulan Ramadhan bersama-sama dengan malaikat Jibril, bahkan di Ramadhan terakhir kehidupan beliau, Nabi Muhammad SAW bersama malaikat Jibril menammatkan membacacanya sampai dua kali. Begitu juga para shahabat beliau banyak yang membiasakan menammatkan membaca Al-Qur'an itu sepanjang waktu, bukan hanya di bulan Ramadhan saja. ada yang menammatkan sekali sebulan, ada yang menammatkan dua kali sebulan bahkan ada yang menammatkan membacanya sekali seminggu sepanjang hayat mereka.
Semoga Allah memuliakan kita dengan sebab berpuasa, dan menyayangi kita karena membaca Al-Qur'an, membahagiakan keluarga kita yang tekun melaksanakan shalat, memberkahi rizki kita yang berasal dari makanan yang halal dan baik, menguatkan iman kita karena menyemarakkan Ramadhan, memberikan kenikmatan ibadah karena keikhlasan dalam melaksanakannya, melapangkan hati kita karena banyak bersedekah, dan menjauhkan kita dari segala fitnah karena menjaga ucapan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar