10 HARI WAKTU UNTUK BER I'TIQAF
الـسـلا م عـلـيـكـم ورحـمـة الله وبركا تـه
Tasbih cintaku menderu-deru,
mengalun cepat mendayu-dayu,
memelas-melas dengan penuh haru,
dan merayu-rayu dengan sendu,
membasahi sajadah cintaku.
Kutumpu asa didepan mihrab cinta
untuk melepas dahaga jiwaku
Yang haus belaian kasih mesra-Nya,
menunggu di hamparan permadani cinta
turunnya ketenangan dari langit cinta
Dan kurasakan kedamaian yang kudambakan,
karena cinta-Nya memenuhi relung-relung hatiku,
indahnya tak terkatakan karena belaian mesra-Nya,
begitu nyata terasa dalam setiap desah nafas dan getar hati ,
semakin lama semakin larut dalam dekapan cinta-Nya.
من اعتكف إيمانًا واحتسابًا غفر له ما تقدم من ذنبه
Artinya:“Barangsiapa yang beri’tikaf karena iman dan berharap ridha Allah SWT, maka diampuni segala dosa-dosa yang telah lalu”. (Ad-Dailami)
I'tiqaf berasal dari bahasa Arab yang berarti menetap, mengurung diri atau terhalangi. Pengertiannya dalam konteks ibadah dalam Islam adalah berdiam diri di dalam masjid dalam rangka untuk mencari keridhaan Allah SWT dan bermuhasabah (introspeksi) atas perbuatan-perbuatannya. Orang yang sedang beriktikaf disebut juga mu'takif. i'tikaf dilakukan secara sukarela semata-mata untuk mendekatkan diri dan mengharapkan ridha Allah SWT seperti; iktikaf 10 hari terakhir pada bulan Ramadan.
Disunnahkan bagi para mu’takif supaya memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya untuk berdzikir, membaca al-Qur'an, mengerjakan shalat sunnah, terkecuali pada waktu-waktu terlarang, serta memperbanyak tafakur tentang keadaannya yang telah lalu, hari ini dan masa mendatang. Juga banyak-banyak merenungkan tentang hakikat hidup di dunia ini dan kehidupan akhirat kelak.
I’tikaf memiliki hikmah yang sangat besar yakni menghidupkan sunnah Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam dan menghidupkan hati dengan selalu melaksanakan ketaatan dan ibadah kepada Allah Ta'ala. Untuk merenungi masa lalu dan memikirkan hal-hal yang akan dilakukan di hari esok. Mendatangkan ketenangan, ketentraman dan cahaya yang menerangi hati. Orang yang beri’tikaf pada sepuluh hari terkahir akhir bulan Ramadhan akan terbebas dari dosa-dosa apa lagi pada hari-hari itu salah satunya bertepatan dengan lailatul qadar.
Dengan beri'tikaf diharapkan seseorang akan bisa mengenal jati dirinya, dan bisa kembali kepada fitrahnya yang suci, dan dapat dengan sebaik-baiknya mempersiapkan kehidupan dunia dan akhiratnya sesuai dengan keridhaan Allah. Mudah-mudahan Allah subhanahu wata’ala memberikan taufik dan inayah-Nya kepada kita agar dapat menjalankan i’tikaf sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, terutama di bulan Ramadhan yang mulia ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar